AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Harga Gas Melon Bakal Naik, Pedagang Warteg: Bisa Nangis Darah Kita

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 02 April 2022 16:34 WIB
Ketua Koperasi Warteg Nusantara mengatakan sangat menyayangkan jika pemerintah memang betul-betul menaikan harga gas ukuran 3 Kg atau gas melon.
Harga Gas Melon Bakal Naik, Pedagang Warteg: Bisa Nangis Darah Kita(Dok.MNC)
Harga Gas Melon Bakal Naik, Pedagang Warteg: Bisa Nangis Darah Kita(Dok.MNC)

IDXChannel - Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantra) Mukroni mengatakan sangat menyayangkan jika pemerintah memang betul-betul menaikan harga gas ukuran 3 Kg atau gas melon

Karena menurut Mukroni hal tersebut menjadi bahan bakar utama dalam sebuah warung makan, seperti warteg yang di miliki Mukroni. Penggunaan gas tersebut tidak bisa digantikan.

"Kami dari pedagang warteg sangat menyatakan, karena kemarin minyak naik, sekarang masih susah," kata Mukroni kepada MNC Portal, Sabtu (2/4/2022).

Mukroni melihat saat ini daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, hal tersebut bisa diarasakannya dari jumlah kunjungan masyarakat kepada wartegnya. Hal tersebut membuat kondisi jualan Mukroni belum bisa dikatakan bangkit dari pandemi covid 19.

"Daya beli belum pulih, penjualannya belum siginifikan, kita mau pakai apa lagi selain gas, kita mau ganti pakai kayu, pakai listrik? Nangis darah kalau sampai naik," sambung Mukroni.

Mukroni mengaku sejak harga minyak goreng naik cukup signifikan membuat para pengusaha warteg bingung untuk menyesuaikan harga barang dagangannya.

"Semua bahan baku masih naik, kita mau cari keuntungan berapa," tambah Mukroni. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD