IDXChannel – Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai Indonesia masih memiliki ruang untuk melewati batas defisit fiskal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) tanpa langsung memicu penurunan (downgrade) peringkat utang, selama langkah tersebut bersifat sementara dan dipicu gangguan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Direktur sovereign ratings Fitch, George Xu, mengatakan, dikutip Reuters, Kamis (23/4/2026), kunci utama terletak pada komunikasi pemerintah kepada pasar serta komitmen terhadap konsolidasi fiskal ke depan.
Ia menegaskan, jika arah kebijakan tetap kredibel, pelanggaran sementara tidak serta-merta berdampak negatif pada peringkat.
Namun, Fitch mengingatkan risiko akan meningkat bila defisit tinggi berlangsung dalam jangka panjang.
Dalam skenario tersebut, fundamental kredit dapat melemah, terutama jika rasio utang terus meningkat, sehingga berpotensi memicu aksi penurunan peringkat.