Sebelumnya, Fitch telah menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari stabil, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian serta menurunnya kredibilitas kebijakan.
Penilaian tersebut bahkan belum memasukkan dampak konflik Iran yang berpotensi memperbesar tekanan fiskal, terutama dari lonjakan subsidi energi di tengah komitmen pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di sisi lain, pembuat kebijakan mulai membuka peluang defisit yang lebih lebar akibat perang. Skenario dasar defisit 2026 saat ini berada di kisaran 2,9 persen dari PDB, sedikit di bawah batas 3 persen, namun lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 2,7 persen.
Bahkan, diskusi internal sempat mengarah pada potensi defisit hingga 4 persen.
Meski demikian, pemerintah tetap menegaskan komitmen menjaga defisit di bawah ambang batas guna meredam kekhawatiran investor.
Bagi Fitch, pelonggaran satu tahun masih dapat ditoleransi, selama tidak menjadi tren berkepanjangan.