AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Harga Komoditas Diprediksi Naik, Mendag: Indonesia Akan Masuk Super Cycle

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Kamis, 08 April 2021 21:28 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa kedepannya Indonesia dan dunia akan memasuki tren perdagangan baru.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa kedepannya Indonesia dan dunia akan memasuki tren perdagangan baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan bahwa kedepannya Indonesia dan dunia akan memasuki tren perdagangan baru. Pertama, Indonesia akan masuk dalam super cycel. Dalam tren ini harga komoditas dasar akan naik jauh lebih tinggi. 

"Bisa dibayangkan pada bulan April 2020 harga minyak hanya USD 13 per barel kemudian naik menjadi USD 55 per barel. Angka itu naik 7 kali lipat diakhir tahun 2020," ujarnya dalam sambutannya di Pelepasan Ekspor barang dari HIPMI secara virtual, Kamis (8/4/2021)

Ia melanjutkan, hal itu diikuti oleh beberapa komoditas seperti batu bara yang naiknya tinggi sekali sebesar USD 95 pada awal tahun 2021. "Diikuti juga nikel yang kenaikannya hampir 3 kali lipat," jelasnya

Ia mengatakan, keadaan super cycel ini seperti menjadi angin dibelakang yang menyebabkan pertumbuhan ekspor untuk Indonesia akan tinggi. Namun disaat yang bersamaan ini jadi persoalan karena banyak juga barang Indonesia yang bahan baku penolongnya di impor dari negara lain. "Dan ini menyebabkan pertumbuhan dari perdagangan akan besar dimasa yang akan datang," katanya

Selain itu, Lutfi juga membahas, perdagangan yang akan terjadi di Indonesia. Pertama tren investasi. Dalam hal ini orang datang berinvestasi di Indonesia, Sebab market di tanah air begitu besar dengan 270 juta orang.  "Itu membuat investasi datang agar menciptakan nilai tambah," ujarnya

Contohnya, imbuh Lutfi, industri otomotif yang datang berinvestasi pada tahun 2010. Hal itu saat ini membuat sektor otomotif sebagai primadona ekspor non migas kita. "Tahun 2020 ekspor otomotif mencapai USD 6,6 miliar ini primadona Indonesia karena tidak lagi menjual barang mentah tetapi menjual barang industri berteknologi tinggi." Ungkapnya

Tak hanya itu, ada juga nikel. Pada 2020 lalu Indonesia menjadi negara terbesar ke dua dunia stainless steel setelah China. 

Ini pencapaian yang luar biasa karena dalam waktu singkat Indonesia berhasil menjadi negara terbesar penghasil stainless steel.Sebab, Indonesia memiliki nikel yang luar biasa banyaknya. "Ini adalah bagian hilirisasi dari komoditas dasar kita. Ekspor stainless steel pada tahun lalu berhasil memangkas separuh dari defisit neraca perdagangan kita dengan China. Ini lah tren - tren yang akan terjadi pada perdagangan kita nanti," tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD