AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Harga Sembako Melonjak Jelang Nataru, Cabe Rawit Merah Rp55 Ribu per Kilogram

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Sabtu, 04 Desember 2021 14:38 WIB
Harga cabe rawit merah meroket menjadi Rp 55.000/kg, sebelumnya dijual seharga Rp 48.000/kg, Rp 50.000/kg, Rp 52.000/kg.
Harga Sembako Melonjak Jelang Nataru, Cabe Rawit Merah Rp55 Ribu per Kilogram (FOTO:MNC Media)
Harga Sembako Melonjak Jelang Nataru, Cabe Rawit Merah Rp55 Ribu per Kilogram (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Jelang Nataru, harga sembako di Pasar Mini, Bekasi melonjak. Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, harga cabe rawit merah meroket menjadi Rp 55.000/kg, sebelumnya dijual seharga Rp 48.000/kg, Rp 50.000/kg, Rp 52.000/kg. 

Cabe rawit hijau juga turut melambung menjadi Rp 38.000/kg, sebelumnya Rp 25.000/kg, Rp 30.000/kg, Rp 35.000/kg. Lalu, cabe merah keriting kini dibanderol Rp 35.000/kg, sebelumnya Rp 30.000-32.000. 

Salah satu pedagang cabe, Nokani (42) mengatakan, harga cabe yang dijualnya sudah melambung sejak dua minggu yang lalu. Menurutnya, hal ini dipicu karena musim penghujan yang menyebabkan banyak cabe busuk dan menjelang natal 2021 serta tahun baru 2022. 

"Harga cabe naiknya sudah dua minggu yang lalu. Semalam harga cabe rawit merah saja Rp 55.000/kg. Awal-awal masih Rp 48.000/kg, terus lama-lama makin naik. Karena musim hujan pada busuk dan jelang natal tahun baru juga bikin harga jadi tinggi begini," katanya kepada MNC Portal, Minggu (4/12/2021). 

Dia juga menyebut bahwa harga sembako lainnya mengalami kenaikan. Seperti bawang merah ukuran besar dibanderol Rp 20.000/kg, sebelumnya Rp 15.000-18.000/kg. Sementara bawang merah ukuran kecil dijual seharga Rp 17.000-18.000/kg, sebelumnya Rp 13.000-14.000/kg. 

Lanjutnya, harga bawang putih bulat dijual seharga Rp 25.000/kg, sebelumnya Rp 23.000/kg. Sedangkan bawang putih kating dijual lebih mahal, yakni Rp 28.000/kg sebelumnya Rp 26.000/kg. 

Adapun sembako lainnya yang dijual Nokani yang mengalami kenaikan adalah tomat merah. Jelang nataru, harga tomat dibanderol Rp 7.000/kg. Sementara kentang, dia bilang harganya masih normal yakni Rp 12.000/kg. 

"Tomat naik, kalau kentang masih standar," ucapnya. Di sisi lain, pedagang ikan asing, Puli (52) menyebut harga ikan asing meroket. Seperti ikan asin kapas dibanderol Rp 17.000/ons, teri medan ukuran besar naik Rp 17.000/ons, sebelumnya Rp 15.000/ons. Kemudian teri medan ukuran kecil Rp 15.000/ons, sebelumnya dijual seharga Rp 12.000-13.000/ons. 

"Ikan asin kapas ini banyak yang cari, tapi jarang yang jual makanya mahal. Apalagi jelang hari besar pasti banyak yang cari," jelas Puli. 

"Kalau jenis ikan asin lainnya masih dalam harga standar. Seperti Ikan asin jambal Rp 13.000/ons, cumi Rp 27.000/ons," tambahnya. 

Puli menuturkan, secara umum naiknya harga ikan asin dipengaruhi oleh banyaknya barang yang tersedia. Artinya, jika barang dari pemasok banyak, maka harga turun. Sebaliknya, apabila dari pemasok jumlahnya sedikit atau langka, harga akan mengalami kenaikan.   

Sementara itu, salah satu pedagang minyak goreng, Kusyadi (50) menjelaskan bahwasanya harga minyak goreng kemasan terus merangkak naik sejak sebulan yang lalu. Sebelumnya dibanderol Rp 25.000/2 liter, kini melonjak hingga Rp 36.000/2 liter. 

"Sekarang yang termurah Rp 36.000/ 2 liter. Padahal dulu-dulu Rp 25.000/ 2 liter. Nanti kalau sudah dekat natal dan tahun baru bakal tambah naik lagi," ujar Kusyadi. 

Ia menambahkan, terigu, gula merah, dan bihun juga mengalami kenaikan. Harga terigu kini dijual Rp 8.000/kg, padahal sebelumnya dihargai Rp 6.000/kg. Kemudian, gula merah juga merangkak naik menjadi Rp 15.000/kg, sebelumnya Rp 13.000/kg. 

Di samping beberapa komoditas mengalami kenaikan, terdapat pula komoditas yang justru harganya mengalami penurunan. Seperti telur ayam ras kini dijual seharga Rp 22.000/kg. 

"Harga telur sekarang turun, sekilonya Rp 22.000. Kemarin Rp 23.000/kg. Tiap hari harganya bisa berubah. Tergantung kondisi pasar. Kalau pembelinya banyak, harga bisa turun, kalau lagi sepi, harga naik," papar pedagang telur, Wahyu. 

"Bansos pemerintah itu juga bikin harga telur makin naik. Masyarakat kan jadinya nggak beli telur di pasar. Sepi, bikin telur mahal," tambahnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD