AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Hari Pertama Beli BBM Pakai MyPertamina, Warga: Menyusahkan!

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 01 Juli 2022 10:09 WIB
Nantinya, mesin EDC tersebut juga terhubung dengan Permina. Mereka yang diizinkan dan tidak diizinkan membeli BBM subsidi akan terdeteksi.
Hari Pertama Beli BBM Pakai MyPertamina, Warga: Menyusahkan! (FOTO:MNC Media)
Hari Pertama Beli BBM Pakai MyPertamina, Warga: Menyusahkan! (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hari pertama pemberlakuan pendaftaran BBM bersubsidi bagi pengguna kendaraan roda empat di SPBU Kota Bandung belum maksimal. 

Aktivitas pengisian BBM jenis pertalite dan solar masih berjalan seperti sediakala. Pantauan MNC Portal Indonesia di salah satu SPBU di Jalan Rumah Sakit, tak ada aktivitas screening bagi masyarakat yang akan mengisi BBM jenis pertalite dan solar. 

Begitupun di SPBU di Jalan AH Nasution, aktivitas penjualan BBM berjalan seperti biasa. "Hari ini baru mulai pendaftarannya di website Pertamina. Jadi di SPBU belum mulai dilakukan screening," kata salah seorang petugas SPBU yang enggan disebut namanya. 

Menurut dia, sampai tanggal 15 Juli masih dalam tahap sosialisasi kepada para pengguna kendaraan yang menggunakan pertalite dan solar. Untuk membantu sosialisasi ini, pihaknya juga memasang kertas yang berisi link pendaftaran. 

"Kami sifatnya memberi imbauan, agar mereka mendaftar. Sehingga pada saatnya nanti, mereka tinggal membawa barcode untuk di scan di mesin EDC kami," jelas dia. 

Nantinya, mesin EDC tersebut juga terhubung dengan Permina. Mereka yang diizinkan dan tidak diizinkan membeli BBM subsidi akan terdeteksi. Barcode tidak mesti di handphone, tetapi juga bisa dalam bentuk print out. 

Salah seorang warga Bandung Dadang mengaku keberatan dengan kebijakan pendaftaran untuk BBM subsidi. Apalagi dia tidak menggunakan smartphone, sehingga kesulitan dalam mendaftar. 

"Ini ada link pendaftarannya, tapi saya kan enggak pegang handphone yang bisa internet. Ini menyusahkan, " kata Dadang. 

Dia berharap, kebijakan ini tidak menyulitkan warga. Apalagi jika kendaraan yang digunakan untuk keperluan mata pencaharian sehari hari. "Mestinya seperti dulu aja, bebas," imbuh dia. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD