AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Hasil Uji Sequencing, Satgas Covid: Omicron Sudah Mendominasi

ECONOMICS
Binti Mufarida
Sabtu, 29 Januari 2022 11:20 WIB
Dari hasil uji sequencing, Satgas melaporkan saat ini varian Omicron sudah mendominasi.
Hasil Uji Sequencing, Satgas Covid: Omicron Sudah Mendominasi (Dok.MNC Media)
Hasil Uji Sequencing, Satgas Covid: Omicron Sudah Mendominasi (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan dari hasil uji sequencing, saat ini varian Omicron sudah mendominasi.

“Kalau dilihat memang dari hasil uji sequencing ini varian of concern yang mulai mendominasi adalah varian Omicron,” kata Sonny saat diskusi Polemik MNC Trijaya “Menahan Gelombang Omicron”, Sabtu (29/1/2022).

Bahkan, kini varian Omicron juga telah menyebar melalui transmisi lokal. Namun, Sonny mengatakan tidak perlu membedakan Omicron atau bukan variannya. “Penting sebetulnya dengan adanya transmisi lokal ini, kita mungkin tidak terlalu perlu membedakan Omicron atau bukan ya variannya. Yang paling penting adalah Omicron bagian dari Covid-19, SARS-Cov2 dari virus Covid-19.”

Sonny mengatakan dari data Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data (GISAID) saat ini kasus Omicron di Indonesia sebanyak 1.857 kasus. Sementara itu, dari Kementerian Kesehatan telah melaporkan kasus Omicron di Indonesia telah mencapai 1.988 kasus.

“Dari data GISAID kemarin menunjukkan ada 1.857 kasus Omicron ya. Tetapi karena kita sudah menemukan kasus Omicron pada transmisi lokal, melakukan whole genome sequencing untuk memastikan Omicron atau tidak, secara terus-menerus tentu akan menjadi sangat mahal,” kata Sonny.  

Namun, Sonny meminta agar semua pihak tidak panik meski kasus Covid-19 juga mulai naik. 

“Pertama dengan arahan bapak Presiden sudah jelas sekali ya, kita tidak perlu panik karena sebetulnya kita sudah belajar banyak ini, kita belajar banyak dari gelombang pertama di Januari- Februari 2021 dan gelombang kedua di Juni, Juli, Agustus 2021,” jelasnya. 

Jadi, kata Sonny, belajar dari kenaikan kasus Covid-19 sebelumnya, sudah dilakukan antisipasi oleh pemerintah. “Pertama dalam hal deteksi, kedua dalam hal proteksi, yang ketiga dalam hal literasi. Itu kita gencarkan menerus.”

“Dan juga pemerintah sudah menyiapkan ya bagaimana kesiapan rumah sakit ya, termasuk obat-obatan, peralatan kesehatan, tenaga kesehatan dan seterusnya,” tegasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD