AALI
10250
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1600
ACES
1450
ACST
286
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1195
ADMF
7950
ADMG
226
ADRO
1855
AGAR
352
AGII
1565
AGRO
1980
AGRO-R
0
AGRS
212
AHAP
64
AIMS
416
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
4400
AKSI
440
ALDO
720
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
514.61
-0.85%
-4.40
IHSG
6620.31
-0.58%
-38.45
LQ45
968.12
-0.85%
-8.31
HSI
25756.44
1.36%
+346.69
N225
29213.04
0.65%
+187.58
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
803,589 / gram

Hoaks, Vaksinasi Global Picu Ganasnya Varian Baru Covid-19 

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Jum'at, 18 Juni 2021 17:28 WIB
Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyatakan informasi vaksinasi pemicu varian Covid baru adalah hoaks.
MNC Media

IDXChannel - Belum lama ini beredar video yang mengklaim bahwa vaksinasi Covid-19 dapat menyebabkan terciptanya varian baru. Kabar tersebut juga mengatakan bahwa varian baru Covid-19 terbentuk untuk menghindari antibodi yang diciptakan oleh dorongan vaksinasi global. 

Lantas apakah benar vaksinasi mendorong terciptanya varian baru Covid-19? Merangkum dari laman resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id Jumat (18/6/2021), memastikan bahwa klaim pernyataan tersebut adalah keliru. KPCPEN pun mencoba memberikan penjelasan mengenai hal ini. 

Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di University of Lowa, dr. Stanley Perlman, menjelaskan bahwa varian baru Covid-19 terjadi karena adanya mutasi, dan tidak disebabkan oleh vaksinasi. Tidak ada bukti vaksin menyebabkan varian baru Covid-19. Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular dan menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk tertular dan menularkan varian virus Covid-19. 

Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk tidak takut dan panik serta harus memilah informasi dengan teliti. Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting.  

Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini memang terjadi banyak sekali mutasi virus corona di dunia. virus memiliki sifat layaknya makhluk hidup lainnya. Mereka akan berevolusi untuk bertahan hidup. Fungsi utamanya adalah membuat diri mereka menjadi lebih sulit untuk dibasmi. Saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terdapat beberapa varian yang masuk dalam kategori. 

Kategori varian of concern (VOC) yakni Alpha (B117 dan B117+E484K), Beta (B1351), Gamma (P.1), Delta (B16172). Sementara itu varian of interest (VOI) terdiri dari Eta (B1525), Epsilon (B1427 dan B1429), Theta (P3 dan B1616), Kappa (B16171, B1620, dan B1621). Terbaru adalah mutasi virus corona yang diberi nama Lambda berasal dari Peru yang saat ini sedang mengacaukan wilayah Amerika Selatan. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD