AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

IDI Minta Seluruh Nakes Bersiap Hadapi Puncak Omicron Februari Mendatang

ECONOMICS
Riezky Maulana
Sabtu, 15 Januari 2022 19:27 WIB
Diperkirakan kasus mutasi virus itu akan mencapai puncaknya pada Februari mendatang.
IDI Minta Seluruh Nakes Bersiap Hadapi Puncak Omicron Februari Mendatang (FOTO:MNC Media)
IDI Minta Seluruh Nakes Bersiap Hadapi Puncak Omicron Februari Mendatang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih memberi instruksi kepada seluruh tenaga kesehatan untuk siap menghadapi puncak varian Omicron. 

Sebab, diperkirakan kasus mutasi virus itu akan mencapai puncaknya pada Februari mendatang.  

"Kami telah mengingatkan kawan-kawan di daerah untuk bersiap-siap," kata Daeng dalam diskusi di MNC Trijaya, Sabtu (15/1/2022).  

Tak hanya itu, Daeng juga meminta para tenaga medis yang bertugas untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan dan mengedepankan kehati-hatian. Dirinha berharap tak ada lagi tenaga kesehatan yang gugur dalam kala menghadapi Covid-19.  

"Kawan-kawan di daerah untuk menghadapi ini dengan sangat hati-hati karena kita tidak mau kita sudah berjibaku membantu dan kemudian kita terpapar sakit dan banyak yang gugur," jelasnya.  

Daeng pun mengusulkan agar pemerintah mulai ambil ancang-ancang untuk meningkatkan level dari PPKM. Pasalnha, kasus Covid-19 varian Omicron menyebar dengan cepat melalui maraknya mobilitas warga. 

"Peningkatan level PPKM itu harus mulai direncanakan pemerintah guna membatasi mobilitas. Kalau tidak, meskipun ini ringan tetap saja kecepatan penularan itu tinggi," ucap Daeng.  

Xia mengungkapkan, penularan varian Omicron tak terpaku pada periode usia tertentu. Namun, lebih bagaimana massalnya mobilitas masyarakat. 

"Sebenarnya kalau usia-usia begitu dari segi daya tahan tubuh tidak lebih jelek dari lansia komorbid. Mobilitas itu faktor yang mendorong penularan akan lebih cepat lagi," ujarnya. 

Sebelumnya, puncak kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia diperkirakan terjadi pada awal Februari 2022. Menko Bidang Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proses infeksi Omicron lebih cepat namun diprediksi sebagian besar kasus di Indonesia bergejala ringan.  

"Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, puncak varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta. Untuk kasus di Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," beber Luhut. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD