Ia juga mengatakan bahwa berbagai negara perlu mengatasi "ketidakseimbangan global yang berlebihan" yang memicu ketegangan perdagangan. Meski tidak menyebutkan negara secara spesifik, Georgieva telah lama mendesak China untuk menyeimbangkan kembali model pertumbuhannya—beralih dari ketergantungan pada ekspor yang membanjiri pasar global dengan barang-barang murah, menuju model yang didorong oleh permintaan konsumen domestik.
"Ekonomi yang lebih seimbang berarti ekonomi global yang lebih kuat, dan hal itu bermanfaat bagi semua pihak," ujarnya, seraya menambahkan bahwa tujuan tersebut lebih sulit dicapai di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.
Ia menyebutkan bahwa IMF sedang menyempurnakan model penilaian keseimbangan eksternal dan akan memperdalam analisis mengenai faktor-faktor pemicu ketidakseimbangan tersebut—termasuk interaksi antara tren makroekonomi, perdagangan, dan kebijakan industri—dalam serangkaian laporan yang akan diterbitkan mendatang. (Febrina Ratna Iskana)