sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks PMI Stagnan, PM Jepang Finalisasi Anggaran Tambahan USD19 Miliar untuk Subsidi BBM

Economics editor Febrina Ratna Iskana
03/06/2026 08:54 WIB
PM Jepang memfinalisasi anggaran tambahan sebesar USD19 miliar atau setara Rp339 triliun untuk meredam dampak kenaikan biaya energi.
Indeks PMI Stagnan, PM Jepang Finalisasi Anggaran Tambahan USD19 Miliar untuk Subsidi BBM. (Foto: AP Photo)
Indeks PMI Stagnan, PM Jepang Finalisasi Anggaran Tambahan USD19 Miliar untuk Subsidi BBM. (Foto: AP Photo)

Pertumbuhan bisnis baru melambat untuk tiga bulan berturut-turut, meningkat pada laju terlemah dalam hampir dua tahun. Secara khusus, bisnis ekspor baru turun tajam, menandai penurunan terbesar sejak Maret 2022, karena permintaan eksternal yang lesu dan kenaikan harga membebani penjualan luar negeri.

Sementara itu, tekanan biaya meningkat tajam yang menyebabkan harga input naik dengan laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga pemasok untuk bahan bakar, energi, dan bahan baku di tengah perang Timur Tengah, serta biaya tenaga kerja yang lebih tinggi, menurut survei tersebut.

Sebagai tanggapan, penyedia jasa menaikkan harga jual mereka dengan laju tercepat sejak April 2014, ketika kenaikan pajak konsumsi menjadi 8 persen dari 5 persen memicu kenaikan harga yang besar.

“Kenaikan harga juga berdampak pada permintaan, terutama di sektor jasa, karena anggaran rumah tangga semakin tertekan,” Associate Director Ekonomi di S&P Global Market Intelligence, Annabel Fiddes, dikutip dari Investing, Rabu (3/6/2026).

Di sisi lain, pertumbuhan lapangan kerja melambat ke tingkat terlemah dalam sembilan bulan. Beberapa perusahaan menyebutkan pensiun dan pengunduran diri staf sebagai faktor yang membatasi ekspansi tenaga kerja.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement