IDXChannel - Sektor industri makanan dan minuman (mamin) terus membuktikan ketangguhannya sebagai motor penggerak perekonomian nasional. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, neraca perdagangan sektor mamin konsisten mencatatkan surplus yang signifikan.
Menteri Perindustrian (Menperin), Muhammad Sarmuji mengungkapkan ekspor mamin dari Januari sampai Agustus 2026 mencapai USD34,65 miliar sementara impor USD9,7 Miliar. Artinya, sektor ini mengalami surplus negeraca perdagangan hampir USD25 miliar.
"Jadi jangan remehkan urusan makanan dan minuman ternyata surplusnya sangat besar bagi perdagangan kita," kata Sarmuji saat membuka pameran Krista InterFood 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dikutip Kamis (4/11/2026)
Sarmuji menyebut sektor ini diproyeksikan bakal menjadi backbone (tulang punggung) utama struktur industri manufaktur Indonesia di masa depan. Untuk mencapai hal itu, sektor ini perlu ditingkatkan melalui penguatan produktivitas, inovasi, pemanfaatan bahan baku lokal, peningkatan nilai tambah serta perluasan akses pasar.
"Utilisasi sektor industri di subsektor makanan dan minuman juga harus terus kita paju agar kapasitas yang ada bisa dimanfaatkan lebih besar lagi sehingga kontribusi industri terutama di sektor makanan dan minuman terhadap perekonomian menjadi lebih tinggi lagi," katanya.
Menperin juga berharap industri mamin dalam negeri ke pasar yang lebih luas. Sebab, Indonesia memiliki beragam jenis makanan yang enak, namun belum dikenal dunia. Menurutnya, pameran seperti InterFood sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan industri mamin dalam negeri ke pasar yang lebih luas.
"Saat ini banyak sekali makanan kita yang belum tereksplorasi, belum diperkenalkan kepada negara-negara lain di dunia," ujar Menperin.