Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.
“Intinya satu, yang pertama ada kerja sama pendidikan. Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” katnya.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai skema, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen.
Teddy juga menyebut, pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group yang merupakan kelompok universitas terbaik di Inggris juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global.
Teddy menegaskan bahwa seluruh agenda kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.