IDXChannel - Stellantis menetapkan harga penerbitan obligasi hybrid multi-tranche senilai ekuivalen 5 miliar euro (sekitar Rp97,9 triliun).
Melansir Reuters, Rabu (11/3/2026), langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan pasar modal beberapa minggu setelah perusahaan mengumumkan beban biaya miliaran euro dalam strategi perombakan besar-besaran kendaraan listriknya.
Produsen mobil tersebut bulan lalu mengumumkan penurunan nilai (impairment) sebesar 22,2 miliar euro setelah mengurangi fokus terhadap kendaraan listrik (electric vehicle/EV). CEO Antonio Filosa mengatakan penurunan ini lantaran perkiraan yang terlalu optimistis mengenai seberapa cepat konsumen akan beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Stellantis mengumumkan akan menerbitkan hingga 5 miliar euro obligasi hybrid subordinasi perpetual non-konversi guna membantu mempertahankan neraca keuangan yang kuat serta menjaga likuiditas yang tersedia.
Stellantis mengatakan pada Rabu bahwa penerbitan obligasi tersebut terdiri dari tiga tranche, yaitu 2,2 miliar euro obligasi perpetual dengan suku bunga tetap yang dapat direset, memiliki periode non-call 5,25 tahun dengan kupon 6,25 persen. Kemudian,
1,8 miliar euro obligasi perpetual dengan periode non-call 8 tahun dan kupon 6,875 persen, dan 865 juta pound sterling (USD1,16 miliar) obligasi perpetual dengan periode non-call 6,5 tahun, dengan tigkat kupon 8,25 persen berlaku pada periode awal.
"Penerbitan ini akan semakin memperkuat struktur permodalan dan posisi likuiditas Stellantis," kata perusahaan pembuat merek Jeep hingga Peugeot tersebut dalam sebuah pernyataan.
Penyelesaian transaksi obligasi tersebut diperkirakan akan dilakukan pada 16 Maret.