AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Inggris Kucurkan Bantuan Rp2 M untuk Akhiri Kematian Ibu Melahirkan di RI

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Selasa, 16 November 2021 14:10 WIB
Demi mengurangi angka kematian ibu melahirkan, Inggris berencana mengucurkan dana hingga Rp2 miliar kepada Indonesia.
Inggris Kucurkan Bantuan Rp2 M untuk Akhiri Kematian Ibu Melahirkan di RI. (Foto: MNC Media)
Inggris Kucurkan Bantuan Rp2 M untuk Akhiri Kematian Ibu Melahirkan di RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi mengurangi angka kematian ibu melahirkan, Inggris berencana mengucurkan dana hingga Rp2 miliar kepada Indonesia. Hal itu diungkap dalam webinar nasional tentang Perencanaan Kehamilan Dan Keluarga Berkualitas Untuk Pemenuhan Hak Ibu dan Anak.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, mengatakan, berdasarkan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Kesehatan antara Inggris dan Indonesia, pihaknya dengan senang hati mengumumkan dimulainya proyek untuk mendukung penggunaan teknologi digital sebagai percontohan pelatihan bersertifikat untuk bidan dan penyediaan informasi kepada masyarakat.

“Saya berharap proyek ini dapat memberikan manfaat bagi bidan-bidan di Indonesia dalam melakukan pekerjaan mereka sekaligus menyelamatkan nyawa” ucap Owen dalam keterangan pers Kedutaan Besar Inggris untuk RI (16/11/2021).

“Keluarga berencana adalah inti dari komitmen Inggris untuk mengakhiri kematian ibu, bayi baru lahir, dan anak-anak yang dapat dicegah pada tahun 2030. Sebagai pemimpin dunia dalam hal kesehatan seksual dan reproduksi, Inggris membantu jutaan lebih banyak perempuan di bagian dunia lain untuk mengakses dan menggunakan pelayanan keluarga berencana,” sambungnya.

Pemerintah Inggris bekerja sama dengan BKKBN melakukan proyek pendanaan senilai 2 Miliar untuk mendukung penggunaan teknologi digital sebagai percontohan pelatihan bersertifikat untuk bidan dan penyediaan informasi kepada masyarakat. 

“Melalui pendanaan dari pemerintah Inggris sebesar £100 ribu (senilai Rp2 miliar), kami juga mengumumkan peluncuran Proyek Empowering Midwives - Balanced Counselling (Memberdayakan bidan melalui penyuluhan yang berimbang),” katanya.

Melalui tekonologi digital untuk menjangkau bidan di seluruh nusantara dan memonitor pembelajaran, pada tiga bulan fase awal (hingga Maret 2022) sebanyak 300 bidan akan dilatih dan kami juga akan mengadakan webinar untuk berbagi informasi tentang keluarga berencana dan penggunaan tentang informasi kesehatan yang aman kepada sekitar 400 perempuan di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan target Sustainable Development Goals 2030, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia (RPJMN) 2024 dan Bonus Demografi 2045, kualitas hidup dimulai dari perencanaan kehamilan: seorang ibu berhak merasa nyaman selama kehamilan sehingga janin mendapatkan kecukupan gizi, kesejahteraannya terpantau dan keluarga dapat membesarkan bayi dalam keadaan sehat.

Perencanaan kehamilan yang baik merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengejar target keluarga sehat, apalagi dengan tantangan dan keterbatasan kondisi kesejahteraan yang dihadapi banyak orang saat ini.

Owen menilai keluarga berencana adalah salah satu pendorong paling kuat dari pembangunan dan kemakmuran berkelanjutan. Keluarga berencana merupakan inti dari komitmen Inggris untuk mengakhiri kematian ibu, bayi baru lahir dan anak-anak yang dapat dicegah di tahun 2030 dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya stunting.

“Keluarga berencana adalah landasan kesehatan, membantu anak perempuan tetap bersekolah, memajukan kesetaraan gender dan masyarakat yang terbuka, meningkatkan pembangunan ekonomi dan mendukung ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim dan krisis lainnya,” ucapnya.

Owen mengatakan, Inggris adalah negara pendukung akan kesehatan dan hak seksual serta reproduksi. Inggris adalah penyelenggara inti kemitraan keluarga berencana global Family Planning2020 (FP2020).

Selanjutnya, pada tahun 2021 pihaknya bekerja sama dengan mitra-mitra untuk meluncurkan fase kemitraan berikutnya di FP2030. Antara tahun 2021 dan 2030, FP2030 akan memungkinkan lebih banyak perempuan dan anak perempuan di mana pun untuk membuat keputusan berdasarkan fakta dan secara sukarela memahami manfaat penggunaan kontrasepsi.

Anda Sapardan dari ARA Foundation mengatakan, pihaknya sejalan dengan misi BKKBN, ARA sebagai yayasan yang berfokus dalam memberikan manfaat bagi perempuan dan anak di bidang kesehatan, pendidikan, inklusi keuangan dan juga tanggap bencana melalui cara-cara yang inovatif.

“Dengan senang hati bekerja sama dengan Kedutaan Besar Inggris dan BKKBN untuk memberikan akses yang lebih luas melalui upaya peningkatan kapasitas bidan melalui platform digital. Pelatihan ini didukung oleh platform pembelajaran online yang terstruktur dan terukur, dan bidan akan didukung oleh pelatih dan materi untuk memastikan kualitas output. Semoga pelatihan ini dapat menjadi inisiasi bagi upaya Keluarga Berencana yang lebih aktif,” ujarnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD