AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1245
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1815
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1005
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Ini Alasan Erick Thohir Urusi Toilet SPBU Pertamina

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 25 November 2021 10:13 WIB
Menteri BUMN menjadi perbincangan hangat masyarakat beberapa hari terakhir karena kritiknya terhadap Pertamina terkait pengelolaan toilet SPBU.
Ini Alasan Erick Thohir Urusi Toilet SPBU Pertamina (FOTO: MNC Media)
Ini Alasan Erick Thohir Urusi Toilet SPBU Pertamina (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi perbincangan hangat masyarakat beberapa hari terakhir. Hal ini terkait kritiknya terhadap PT Pertamina (Persero) yang masih mengenakan biaya kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas water closet (WC) alias toilet di SPBU.

Dalam sesi wawancara dengan iNewsTV, Erick mengaku prihatin karena fasilitas umum dikenakan biaya. Apalagi, fasilitas tersebut milik perusahaan pelat merah. 

Erick mengungkapkan, kebijakan pengelola SPBU yang mengenakan biaya terhadap pengguna toilet akan memberatkan sebagian masyarakat yang masih memiliki pendapatan terbatas. Misalnya, tukang ojek, tukang taksi, hingga pedagang kecil. 

"Ya, saya cuman melihat ya prihatin karena kan kalau berbayar itu apa gini fasilitas umum yang sudah layaknya gratis, ini membebani untuk tukang ojek, tukang taksi pedagang kecil yang memang pendapatannya juga kan terbatas," ujar Erick, dikutip Kamis (25/11/2021). 

Erick menegaskan, tidak ada tujuan lain, selain memastikan fasilitas umum milik negara harus mendukung keperluan masyarakat. "Seyogyanya memang harus didukung untuk fasilitas umum ini jadi seperti itu tidak ada bermaksud apa-apa," katanya. 

BUMN, kata dia, tidak saja menjadi korporasi, namun juga sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Erick berharap masyarakat tetap memberikan masukan agar bisa berdampak baik terhadap transformasi perusahaan. 

"Tentu kebersihan atau lain-lainnya itu, hal-hal yang memang kalau di fasilitas umum harus menjadi tanggung jawab, ya kalau kita ingin melayani semua nggak boleh setengah-setengah," katanya. 

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Direksi Pertamina yang telah merespon dengan untuk menggratiskan penggunaan toilet di SPBU. 

"Saya yakin kemarin dari Pertamina sendiri sudah langsung merespon. Saya mengucapkan terima kasih kepada direksi di mana mereka sekarang menggratiskan di tempat toilet, dan ini bagian dari pada Pertamina melayani publik dengan baik," tutur dia. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD