“Komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah fraksi cair dari minyak kelapa sawit, tetapi ini yang tidak dimodifikasi secara kimia,” tutur dia.
Berdasarkan negara, India, Pakistan, dan Bangladesh merupakan tujuan ekspor utama komoditas HS15 yang mengalami penurunan.
Tak hanya itu, komoditas bijih logam terak dan abu juga mengalami penurunan sebesar USD333,82 juta dibandingkan Agustus 2024.
Dan komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah bijih tembaga dan konsentratnya. Tujuan negara ekspor yang mengalami penurunan antara lain Korea Selatan, Filipina, dan China.
Kemudian, nilai ekspor mesin hingga perlengkapan elektrik dan bagiannya turun USD181,04 juta di September.