AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Ini Empat Kunci BUMN Topang Perekonomian Indonesia Menurut Erick Thohir

ECONOMICS
Taufan Sukma/IDX Channel
Jum'at, 25 Maret 2022 17:37 WIB
BUMN diminta Erick dapat menjadi fondasi untuk memuluskan pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2045.
Ini Empat Kunci BUMN Topang Perekonomian Indonesia Menurut Erick Thohir (foto: MNC Media)
Ini Empat Kunci BUMN Topang Perekonomian Indonesia Menurut Erick Thohir (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menegaskan bahwa keberadaan BUMN memiliki peran vital dalam menopang perekonomian nasional.

Terkait target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2045 sebagaimana telah dicanangkan oleh pemerintah, BUMN diminta Erick dapat menjadi fondasi untuk memuluskan pencapaian target tersebut.

"Tahun 2045 menjadi pusat atau titik kejayaan bangsa kita, di mana perekonomian kita terus tumbuh dan ada empat hal yang akan memperkuat fondasi itu," ujar Erick, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/3/2022).

Empat hal yang menjadi faktor kunci tersebut, menurut Erick, meliputi hilirisasi sumber daya alam (SDA), optimalisasi potensi ekonomi digital, mewujudkan BUMN yang profesional dan transparan, serta pengembangan human capital. Erick menegaskan bahwa wajib hukumnya bagi BUMN untuk berkontribusi terhadap implementasi keempat faktor kunci tersebut.

"Bicara hilirisasi SDA. Kita bisa lihat bahwa perusahaan pertambangan BUMN setelah dikonsolidasikan, (hasilnya) bukan 'kaleng-kaleng'. Punya Freeport, punya nikel, bauksit, timah," tutur Erick.

Erick pun menegaskan bahwa pada dasarnya Indonesia memiliki modal dan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di masa mendatang. Sayangnya, menurut Erick, selama ini Indonesia selalu terjebak untuk mendapatkan keuntungan secara cepat, sehingga tergoda untuk hanya berbisnis bahan baku.

"Kita suka lupa bahwa seluruh hasil tambang ini memiliki value yang luar biasa untuk bangsa. Jadi BUMN bertanggung jawab besar dalam optimalisasi hilirisasi SDA," tegas Erick. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD