Menurutnya, keputusan impor didorong oleh harga, kualitas, dan ketersediaan produk serupa yang terbatas di dalam negeri.
Dari sisi harga, kendaraan impor dari India dinilai lebih kompetitif dibandingkan produk dari pabrikan lain. Selain lebih murah, kendaraan tersebut diklaim memiliki kualitas setara.
“Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif, hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi daya tahan, tenaga, dan konsumsi bahan bakar, kendaraan ini sangat andal dan berkualitas,” kata Joao dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).
Joao menambahkan, Agrinas harus menyiasati keterbatasan dana dari program Koperasi Desa Merah Putih. Pembelian kendaraan impor ini dianggap sesuai dengan kemampuan finansial program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang digadang-gadang menjadi ceruk baru ekonomi lokal.