Selain itu, beroperasinya terminal baru Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sejak November 2025 turut memperkuat potensi pendapatan non-aeronautika. Terminal tersebut dilengkapi area komersial modern dan meningkatkan kapasitas bandara menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, dari sebelumnya sekitar 7 juta penumpang.
Transformasi tersebut membuat kontribusi pendapatan non-aeronautika terus meningkat. Hingga semester I-2026, bisnis non-aeronautika menyumbang sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha, naik dibandingkan sekitar 30 persen sebelum transformasi Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.
Menurut Rizal, perusahaan akan terus memperkuat struktur pendapatan agar semakin seimbang antara bisnis aeronautika dan non-aeronautika, mengikuti praktik terbaik industri kebandarudaraan global.
"Kami akan terus memperkuat kedua lini bisnis tersebut agar pertumbuhan usaha berkelanjutan dan mampu menciptakan nilai tambah bagi industri aviasi, pariwisata, serta perekonomian nasional," katanya.
Di sisi pembiayaan, InJourney Airports juga berhasil menata ulang struktur pinjaman melalui skema InJourney Group Financial Solutions pada kuartal I-2026. Langkah tersebut berdampak pada penurunan beban bunga sebesar 10 persen pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga memperkuat efisiensi keuangan perusahaan.
(NIA DEVIYANA)