Menurut para analis, pernyataan ini adalah pengakuan resmi pertama dari kepemimpinan China mengenai perlambatan investasi.
Analis Goldman Sachs memperkirakan bahwa sekitar 60 persen penurunan investasi aset tetap hingga Oktober disebabkan oleh koreksi statistik dari data yang sebelumnya dilaporkan secara berlebihan.
Sementara itu, 40 persen sisanya terkait dengan perlambatan pasar properti dan kebijakan anti-involusi. (Wahyu Dwi Anggoro)