Dia mengingatkan salah satu penilaian ADB terkait momentum bahwa pertumbuhan awal 2026 ditopang penguatan konsumsi rumah tangga.
Hal ini didukung peningkatan produktivitas pertanian dan efek musiman Ramadan dan Idulfitri, berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik, serta meningkatnya partisipasi sektor swasta dalam investasi hilir.
Di ranah bursa, pengakuan FTSE Russel diyakini karena efek reformasi pasar modal yang dilakoni Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, mulai dari penyesuaian ketentuan free float, transparansi kepemilikan saham hingga penerapan mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).
"Status Indonesia yang setara dengan China dan India dalam klasifikasi FTSE mempertegas bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju standar tata kelola dan transparansi kelas dunia," kata Haryo.
Haryo menekan pemerintah akan menggenjot arah kebijakan makroekonomi secara konsisten, dengan memelihara permintaan domestik, memperkuat fondasi fiskal, menjaga kredibilitas moneter, dan melanjutkan reformasi struktural pasar keuangan.
(Nur Ichsan Yuniarto)