Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, para peneliti merasa terhormat mendapat kesempatan berdialog langsung dengan Presiden sekaligus memaparkan berbagai hasil riset yang dinilai dapat menjadi solusi bagi persoalan strategis nasional.
"Ada 150 peneliti," ujar Arif Satria kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan.
Arif menjelaskan, selama ini BRIN telah beberapa kali mempresentasikan hasil riset dalam rapat terbatas, baik di Hambalang maupun di Istana. Kali ini, para peneliti mendapat undangan khusus untuk menyampaikan secara lebih komprehensif inovasi yang telah dihasilkan.
"Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden. Sekaligus mendapat arahan dari Bapak Presiden karena memang beberapa kali kami melakukan presentasi temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa. Persoalan sampah, persoalan giant sea wall, kemudian juga persoalan air, persoalan pangan, dan juga persoalan lainnya," katanya.
(NIA DEVIYANA)