AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26548.61
0.44%
+117.06
NYSE
13580.39
-1.57%
-216.61
Kurs
0
0
Emas
0 / gram

Jelang Idul Adha, Khofifah Minta Bupati-Walkot Jatim Siapkan Sentra Penjualan Hewan Kurban

ECONOMICS
Lukman Hakim
Selasa, 21 Juni 2022 08:39 WIB
Peninjauan sentra hewan kurban dilakukan untuk memberikan pesan pada masyarakat bahwa meski tengah dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Jelang Idul Adha, Khofifah Minta Bupati-Walkot Jatim Siapkan Sentra Penjualan Hewan Kurban (FOTO:MNC Media)
Jelang Idul Adha, Khofifah Minta Bupati-Walkot Jatim Siapkan Sentra Penjualan Hewan Kurban (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kembali meninjau sentra kandang  hewan kurban di Kabupaten Nganjuk. 

Peninjauan sentra hewan kurban dilakukan untuk memberikan pesan pada masyarakat bahwa meski tengah dilanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), masih banyak sentra dan peternakan di Jatim yang hewannya sehat serta aman untuk dijadikan hewan kurban.

Seperti sentra hewan kurban milik PT Tunas Jaya Raya yang berlokasi di Jalan Raya Nganjuk-Kediri Desa Babatan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Di peternakan ini total ada sebanyak 400 ekor sapi potong dan 500 ekor kambing.

Bersama Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Khofifah meninjau dan mengamati langsung kondisi kelayakan dan kebersihan kandang di peternakan tersebut. Ia juga mengamati langsung kondisi kesehatan hewan ternak tersebut. 

“Saya melakukan kunjungan di beberapa titik untuk memberikan referensi pada masyarakat bahwa di tengah upaya treatment kita tekait PMK, masih banyak tempat kandang  ternak di Jatim yang hewan ternaknya  sehat dan memenuhi syarat untuk kurban. Salah satunya di peternakan ini,” katanya.

Dari 400 ekor sapi di sana, terdiri dari 390 ekor sapi jenis simental, dan 10 ekor jenis limousin. Rata-rata sapi tersebut memiliki berat di atas 600 kg. Dan semuanya telah dinyatakan sehat dan siap untuk dijadikan hewan kurban. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 persen sudah dipesan untuk kebutuhan hewan kurban di sejumlah tempat. Tidak hanya sapi, di tempat ini juga dijual sekitar 500 ekor kambing untuk kurban. 

Khofifah berharap, kunjungannya di beberapa lokasi peternakan atau tempat penjualan hewan kurban di Jatim ini bisa meyakinkan dan mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait stock hewan kurban yang sehat, aman dan terbebas dari PMK. “Saya tadi melihat dari dekat satu per satu hewan yang ada di sini. Alhamdulillah, semuanya sehat dan Insya Allah aman dan memenuhi syarat untuk kurban,” katanya.

Tidak hanya itu, Khofifah juga meminta kepada bupati/wali kota di Jatim untuk segera menyiapkan titik-titik sentra penjualan hewan kurban. Dimana, di setiap sentra tersebut harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner (SV) yang menyatakan ternak tersebut sehat.

Nantinya, di setiap sentra penjualan hewan kurban tersebut untuk dilengkapi juga dengan keberadaan para petugas kesehatan hewan yang melakukan pemeriksaan rutin, baik ketika hewan kurban tersebut masuk, di dalam sentra penjualan, maupun saat akan keluar untuk dikirim ke pembeli.

“Mohon para bupati/wali kota segera memastikan di setiap sentra penjualan hewan kurban tersebut ada tenaga kesehatan hewan yang rutin memeriksa kondisi hewan. Sekali lagi ini untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan ternak,” katanya.

Sebagai informasi, Gubernur Khofifah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jatim Nomor 524/6359/122.3/2022 Tentang Pengendalian Dan Penanggulangan PMK Pada Ternak di Jawa Timur.Dalam SE tersebut disebutkan bahwa lalu lintas hewan antar wilayah harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan yang dikeluarkan oleh Pejabat yang Berwenang. Dimana otoritas veteriner setempat memiliki tugas melakukan verifikasi apakah hewan yang akan dikirim antar daerah itu sehat dan aman untuk dilakukan transfer atau pengiriman.

Selain itu, dalam SE tersebut juga diatur bahwa lalu lintas hewan ternak yang dimungkinkan membawa PMK pada ternak diatur berdasarkan status wilayah. Ada status Wilayah Bebas, Wilayah Terduga, Wilayah Tertular, dan Wilayah Wabah.

Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertivikat Verteriner (SV) untuk lalu lintas hewan ternak antar wilayah dalam kabupaten/Kota ditetapkan oleh Otoritas Veteriner Kabupaten/Kota. Sedangkan untuk lalu lintas hewan dan produk hewan antar Provinsi ditetapkan oleh Pejabat Otoritas Veteriner Provinsi. 

Selain itu, sesuai SE Gubernur, di masa wabah PMK ini, pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan yang ditunjuk atau tempat pemotongan hewan kurban yang telah direkomendasikan oleh pejabat otoritas veteriner Pemerintah Kabupaten/Kota masing-masing. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD