AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

Jelang Larangan Mudik, Jasa Marga Catat Kenaikan Kendaraan yang Tinggalkan Jabodetabek

ECONOMICS
Giri Hartomo/Okezone
Selasa, 04 Mei 2021 20:55 WIB
PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik.
PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik. Adapun larangan mudik mulai diberlakukan pada 6-17 Mei untuk mengurangi penyebaran virus covid-19. 

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, pada 3 Mei 2021 kemarin, ada peningkatan 8% kendaraan yang ke luar Jabodetabek. Sedangkan arus lalu lintas yang menuju Jabodetabek juga mengalami peningkatan sebesar 5%. 

“Bisa dilihat pada tanggal 3 kemarin itu sudah ada peningkatan lalin di 4 GT menuju keluar Jabodetabek naik 8% dan yang masuk ke jakarta naik 5%,” ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Selasa (4/5/2021).

Namun jika ditarik ke belakang lebih jauh, arus kendaraan pada ramadhan hingga menjelang larangan mudik belum ada lonjakan. Bahkan, jika dilihat trafic dari 12 April hingg 3 Mei lalu, kendaraan yang masuk dan keluar Jabodetabek cenderung mengalami penurunan. 

Adapun lalu lintas yang keluar Jabodetabek lewat 4 Gerbang Tol (GT) utama turun sekitar 7%. Sedangkan untuk arus lalu lintas yang masuk dan menuju Jabodetabek juga turun 8,1%. 

“Perlu disampaikan juga, lalu lintas selama sebelum lebaran ini atau ramadhan kita ambil 12 April sampai kemarin 3 Mei bisa dilihat secara total ada penurunan lalu lintas ke luar Jabodetabek sekitar 7% dan menuju ke Jakarta turun 8,1%,” jelasnya.

Dari data tersebut lanjut Atika, belum ada peningkatan yang signifikan menjelang larangan mudik. Artinya, pengguna jalan atau masyarakat masih belum melaksanakan mudik.

“Sehingga bisa disimpulkan bahwa selama ramadhan ini belum ada peningkatan signifikan. Bisa dikatakan pengguna jalan belum melaksanakan mudik,” ucapnya.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD