“Lonjakan inflasi pangan hingga mencapai tingkat tahunan sebesar 5 persen pada semester pertama 2027 akan menambah 0,6 poin persentase terhadap inflasi utama (headline inflation) global, sehingga memperlambat penurunan inflasi yang diperkirakan terjadi tahun depan sebesar 0,3 poin persentase untuk sepanjang tahun,” tulis para analis JPMorgan dilansir Reuters, Minggu (26/7/2026).
Negara Berkembang Paling Terdampak
Negara-negara berkembang di Asia dan Amerika Latin diperkirakan menanggung dampak terbesar karena porsi pengeluaran untuk pangan dalam keranjang konsumsi rumah tangga lebih besar, sementara sektor pertanian di kawasan tersebut umumnya lebih rentan terhadap perubahan cuaca.
India, Indonesia, Brasil, dan Kolombia diidentifikasi sebagai negara yang paling rentan. Sementara itu, Taiwan dan Korea Selatan juga dinilai berpotensi terdampak oleh guncangan harga pangan.
Sebaliknya, dampak langsung El Nino terhadap inflasi pangan di Eropa dan negara-negara maju lainnya diperkirakan lebih terbatas. Di kawasan tersebut, kenaikan harga pangan lebih banyak dipicu oleh tingginya biaya energi.
JPMorgan juga mencatat bahwa kondisi saat ini relatif lebih baik dibandingkan episode El Nino besar sebelumnya. Persediaan gandum global dinilai masih memadai, stok beras di Asia relatif sehat, dan inflasi pangan saat ini masih tergolong rendah.