Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi tetap moderat, serta berisiko mengganggu ambisi jangka panjang Indonesia.
"Gelombang ketidakpastian global ini dapat memengaruhi pencapaian cita-cita ekonomi Indonesia untuk menjadi negara maju," katanya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Solikin menekankan pentingnya navigasi ekonomi yang presisi melalui penguatan sinergi antarlembaga guna mendorong pertumbuhan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga inklusif.
Dalam visinya, Solikin memprioritaskan 'kualitas pertumbuhan' sebagai fondasi utama. Hal ini dia kaitkan erat dengan mandat konstitusional Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan nilai rupiah serta sistem pembayaran dan keuangan nasional.