“Dan kebetulan Pak Rosan memang Menteri Investasi dan juga hilirisasi, jadi cocok,” katanya.
Dalam momen yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyebut bahwa Pemerintah terus memperluas program hilirisasi pada berbagai sektor strategis nasional. Selain mineral seperti nikel, hilirisasi kini juga diarahkan ke sektor kehutanan, minyak dan gas, hingga perikanan dan kelautan.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan cetak biru pengembangan hilirisasi untuk memperluas nilai tambah berbagai komoditas unggulan Indonesia.
"Pemerintah kita, Kementerian kita, juga ingin meningkatkan implementasi hilirisasi pada kehutanan, minyak dan gas, dan juga perikanan dan kelautan. Dan jelas kami memiliki cetak biru tentang energi hilirisasi kita," tutur dia.
Rosan menjelaskan, hilirisasi nikel menjadi salah satu fokus utama karena Indonesia memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan bauksit dan tembaga terbesar kedua di dunia.