"Di Kadin mempunyai dua pilihan, apakah kita murni untuk efisiensi saja atau efisiensi untuk siap-siap masuk kepada pertumbuhan kembali. Kelihatannya Kadin memilih yang kedua untuk bisa fokus juga di pertumbuhan," lanjutnya.
Anindya menilai strategi tersebut penting untuk menjaga bahkan meningkatkan lapangan kerja di tengah perubahan global yang terus berlangsung. Ia melihat berbagai krisis justru membuka peluang baru, terutama pada sektor transisi energi dan pengembangan teknologi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Perubahan terjadi selalu di setiap krisis seperti apa namanya energi transisi terlihat bahwa ini sangat dibutuhkan, lalu juga istilahnya kemandirian digital dengan era AI ini juga sangat penting dengan tumbuhnya banyak data center dan lain-lain," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya stabilitas nasional yang terjaga di bawah pemerintah sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta kerja sama perdagangan dengan negara lain dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik investasi Indonesia.
"Tapi yang paling penting kita bersyukur pemerintah bisa menjaga kondusifitas sehingga kita bisa tumbuh. Tentu ada beberapa masukan tapi yang paling penting adalah bagaimana kerjasama antara pusat dan daerah itu baik dan kerjasama perdagangan antara Indonesia dan luar negeri," ucapnya. (Wahyu Dwi Anggoro)