AALI
8250
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1285
ACES
1325
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2470
ADHI
700
ADMF
7600
ADMG
232
ADRO
1325
AGAR
386
AGII
1805
AGRO
2660
AGRO-R
0
AGRS
234
AHAP
58
AIMS
424
AIMS-W
0
AISA
214
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
3590
AKSI
410
ALDO
655
ALKA
224
ALMI
238
ALTO
336
Market Watch
Last updated : 2021/07/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.87
0.07%
+0.33
IHSG
6120.73
0.53%
+32.20
LQ45
832.75
0.25%
+2.05
HSI
26315.32
3.3%
+841.44
N225
27782.42
0.73%
+200.76
NYSE
16573.56
0.32%
+52.60
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
846,128 / gram

Kasus Covid-19 Meledak, Satgas: Paling Banyak Menyumbang di Lima Provinsi Pulau Jawa

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta/Sindo
Jum'at, 18 Juni 2021 06:28 WIB
Per 13 Juni 2021 kasus Covid-19 nasional ada kenaikan 38,3% dibandingkan dengan pekan sebelumnya.
Kasus Covid-19 Meledak, Satgas: Paling Banyak Menyumbang di Lima Provinsi Pulau Jawa (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memaparkan, kenaikan kasus positif virus Corona (Covid-19) mengalami peningkatan signifikan khususnya di 5 provinsi yang ada di Pulau Jawa

"Per 13 Juni 2021 kasus Covid-19 nasional ada kenaikan 38,3% dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Peningkatan ini cukup signifikan dan yang paling banyak menyumbang peningkatan ini adalah 5 provinsi di Pulau Jawa," ujar Wiku Adisasmito, Kamis (17/6/2021) dalam Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang disiarkan akun YouTube BNPB Indonesia. 

Kenaikan kasus positif Covid-19 tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta mencapai 7.132 (5.804 vs 12.936), diikuti Provinsi Jawa Tengah di posisi kedua yang naik 4.426 (6.026 vs 10.452). 

Di posisi ketiga ada Provinsi Jawa Barat naik 2.050 (7.129 vs 9.179), di posisi keempat ada Provinsi DI Yogyakarta naik 973 (1.595 vs 2.568) dan di posisi kelima ada Provinsi Jawa Timur naik 939 (1.794 vs 2.733).  

Perkembangan kasus positif Covid-19 ini kata Wiku Adisasmito patut diwaspadai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Ia meminta masyarakat jangan lengah  apalagi ada varian baru virus Corona Covid-19 yang lebih mudah menular. 

Protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan harus terus diterapkan dalam keseharian. Karena masyarakat tidak akan pernah tahu kapan akan tertular selama pandemi masih ada.  

"Kenaikan minggu ini menunjukkan bahwa COVID-19 masih ada. Dan pandemi masih nyata dihadapan kita. Keadaan ini menjadi pengingat untuk meningkatkan semangat dalam disiplin protokol kesehatan dimanapun berada. Untuk itu, waspada menjadi kunci penting mencegah," tandas Wiku Adisasmito. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD