Seturut itu, pemberdayaan manusia juga menjadi sasaran program transmigrasi. AHY mengatakan pihaknya sudah banyak mendidik para transmigran supaya mampu berdikari secara ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal.
"Kami ingin memastikan bahwa transmigrasi ini benar-benar bisa menghadirkan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang ada di berbagai kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia," ujar AHY.
Adapun merujuk riset yang dihimpun Kementerian Transmigrasi, lebih dari 70 persen kawasan transmigrasi belum memiliki infrastruktur dasar yang berfungsi optimal, seperti jalan produksi, irigasi, air bersih, listrik, dan fasilitas pascapanen.
Kondisi ini lantas menyebabkan lebih dari 60 persen komoditas unggulan masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah ekonomi dinikmati di luar kawasan transmigrasi.
Padahal, pengelolaan kawasan transmigrasi berbasis data berpotensi diproyeksikan mampu menarik investasi Rp180 triliun-Rp240 triliun dalam empat tahun ke depan. Termasuk, meningkatkan nilai ekonomi kawasan hingga ratusan triliun rupiah per tahun.
(NIA DEVIYANA)