IDXChannel – Rencana kebijakan konversi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) memiliki potensi besar dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan tesebut juga bisa mengurangi ketergantungan impor energi, serta menekan tekanan subsidi energi dalam jangka panjang.
Namun, implementasi kebijakan substiusi LPG itu masih menghadapi tantangan besar dari sisi infrastruktur, kesiapan regulasi, standar keselamatan, hingga kemampuan fiskal negara dan masyarakat.
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, kebijakan konversi LPG ke CNG perlu diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan ketahanan energi nasional dan pengurangan tekanan devisa.
Menurut Komaidi, substitusi LPG impor menggunakan gas domestik secara teoretis dapat memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar.