AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Kemenkes Sebut Penurunan Kasus Positif Covid-19 Secara Nasional Capai 40 Persen

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Rabu, 22 September 2021 18:57 WIB
Secara nasional, terjadi penurunan kasus sebesar 40 persen, dan jika dibandingkan pada minggu sebelumnya, jumlah angka kasus kematian turun sampai 48 persen
Kemenkes Sebut Penurunan Kasus Positif Covid-19 Secara Nasional Capai 40 Persen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, di lingkup nasional terjadi penurunan kasus positif Covid-19 sampai 40 persen yang juga diikuti oleh penurunan angka jumlah kasus kematian

“Secara nasional, terjadi penurunan kasus sebesar 40 persen, dan jika dibandingkan pada minggu sebelumnya, jumlah angka kasus kematian turun sampai 48 persen,” ujar dr. Siti Nadia saat siaran langsung PPKM di akun chanel Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (22/9/2021). 

Indikator lainnya juga menunjukkan hasil yang baik, seperti positivity rate nasional yang jauh melebihi standar WHO karena berhasil di bawah angka 5 persen dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, baik perawatan atau ICU di semua Provinsi menunjukkan angka tak ada di bawah 80 persen.  

“Testing rate nasional Indonesia sudah 4,22 orang per 1000 penduduk, lalu positivity rate nasional  kurang dari 5 persen sesuai standar dari WHO. Saat ini kita di posisi 1,9 persen, seluruh Provinsi sudah mencapai target yakni kurang dari 5 persen,” tambah dr. Siti Nadia 

Namun, di saat yang bersamaan, dr. Siti Nadia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk jangan sampai terlena. Sebab, meski dalam perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia tren baik terus terjadi sejak awal September 2021. Masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi catatan penting. 

Mulai dari angka insidensi dan kematian tinggi di beberapa Provinsi, hingga tantangan terbesar untuk mempertahankan tren baik seperti sekarang. 

“Angka insidensi dan kematian yang relatif tinggi seperti di Kalimantan Utara dan Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha terbesar, bagaimana kita mempertahakannya. Mobilitas masyarakat sudah meningkat jauh. Maka dari itu, protokol kesehatan, vaksinasi, testing dan tracing harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. 

  

  

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD