“GIICOMVEC bukan hanya ajang promosi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara produksi, pembiayaan, dan kebijakan,” ujar Eko.
Kemenperin berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi dapat terus diperkuat guna meningkatkan efisiensi, memperkuat struktur industri, serta mendorong pengembangan teknologi kendaraan komersial yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyebut kendaraan komersial memiliki peran vital dalam mendukung distribusi nasional.
“Truk dan bus merupakan urat nadi yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, memastikan distribusi barang tetap terjaga, serta menjadi motor penggerak mobilitas publik. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan kendaraan komersial yang tangguh, efisien, dan mengadopsi teknologi masa depan,” ujarnya.
Dia menambahkan, kinerja ekspor industri otomotif Indonesia pada tahun 2025 mencatat capaian positif dengan total ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 518.212 unit atau meningkat 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit, menunjukkan bahwa produk Indonesia semakin diakui di pasar global.