“Dalam konteks inilah, penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi sangat relevan dan strategis sebagai platform yang menghadirkan berbagai solusi kendaraan niaga untuk menjawab kebutuhan logistik, distribusi, dan transportasi nasional yang terus meningkat,” kata dia.
Lebih dari itu, GIICOMVEC 2026 diharapkan juga dapat memperkuat posisi industri kendaraan niaga Indonesia dalam rantai nilai regional dan global.
Meski demikian, Kemenperin mencermati sejumlah tantangan struktural yang perlu segera ditangani. Berdasarkan data Gaikindo, produksi kendaraan niaga pada 2025 turun 3,5 persen menjadi 164 ribu unit dari sekitar 170 ribu unit pada 2024. Penurunan ini turut menekan tingkat utilisasi industri menjadi sekitar 58 persen, di bawah level efisiensi.
Selain itu, dalam dua tahun terakhir mulai terlihat ketidakseimbangan antara produksi dalam negeri dan penjualan nasional. Pada 2025 tercatat selisih sekitar 4.000 unit, di mana kebutuhan pasar domestik belum sepenuhnya dipenuhi produksi lokal dan sebagian dipasok dari impor.
“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang harus segera direspons melalui penguatan struktur industri, peningkatan efisiensi produksi, serta optimalisasi kapasitas terpasang,” ujar Eko.
Sejalan dangan upaya tersebut, Kemenperin terus mendorong implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) guna menciptakan sistem logistik yang lebih aman dan efisien. Dukungan dilakukan melalui penguatan standar teknis kendaraan, percepatan sertifikasi, serta integrasi data kendaraan dalam sistem nasional.
Kemenperin juga menyoroti praktik penjualan kendaraan yang tidak sesuai ketentuan, seperti transaksi tanpa dokumen resmi, yang berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah di sektor pembiayaan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperbaiki tata kelola pembiayaan.
Selain itu, peredaran truk impor tanpa proses homologasi dan diduga belum memenuhi standar emisi Euro 4 turut menjadi perhatian. "Kondisi ini dinilai dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat sekaligus menghambat upaya pengendalian pencemaran udara," ujar dia.
Dalam konteks tersebut, GIICOMVEC 2026 dinilai semakin relevan sebagai platform business-to-business yang mempertemukan pelaku industri, pengguna, dan pemangku kepentingan. Ajang ini diikuti oleh 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung.