Selain Jembatan Aih Bobo, Kementerian PU mencatat ruas Jalan Nasional Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara juga terdampak longsor. Material longsor menutup jalan di tujuh titik, terdiri atas satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di Air Panas.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor menggunakan excavator, wheel loader, dan backhoe loader untuk memulihkan konektivitas jalan.
Sementara itu, di Jembatan Aih Bobo, tim BPJN Aceh membersihkan puing-puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco. Area terdampak juga dipasangi pembatas keselamatan. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.
Selain penanganan infrastruktur yang rusak atau tertutup material longsor, Kementerian PU mempercepat penyelesaian pembangunan Sabo Dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Gayo Lues.
Pembangunan Sabo Dam ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu sehingga dapat mulai difungsikan meski belum seluruh pekerjaan rampung.