Di sektor migas, pemerintah mencanangkan pengeboran belasan ladang migas baru di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang memiliki nilai ekonomi sebesar Rp2,5 triliun selama enam tahun. Penciptaan lapangan kerja yang menyerap para transmigran bakal dilakukan seiring pengeboran dimulai pada Juni 2026.
"Jika ada penduduk lokal yang nanti lulusan SMK atau misalkan STM yang memang bisa berpotensi untuk diterima bekerja di sana, akan kami latih juga supaya bisa bekerja di sana," kata dia.
"Kemudian juga usaha kecil pasti akan tumbuh, misalkan ekosistem pangannya untuk kebutuhan pangan yang nanti akan iami masukkan ke perusahaan catering-nya misalkan untuk kebutuhan pangan para pekerja ini," tuturnya.
Iftitah menitiberatkan ada 3,2 juta hektare HPL yang dikelola pemerintah untuk tempat hidup baru para transmigran. Perpindahan penduduk ditekankan bukan memindahkan masalah, tetapi menawarkan babak baru kehidupan yang berkelanjutan.
Iftitah menganalogikan sumber migas ini bak menjadi gula, dan para transmigran sebagai semut. Jika biasanya, para transmigran dipersepsikan bertransmigrasi dari satu tempat padat ke tempat lengang tanpa kepastian secara ekonomi, kini sumber daya alam di daerah pindahan bisa menjadi ceruk ekonomi untuk bertahan hidup.