IDXhannel - Upaya pemanfaatan energi alternatif terbarukan terus didorong oleh semua pihak untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan energi berbasis fosil, yang selama ini menjadi penggerak utama kinerja industri pertambangan.
Dengan semakin meningkatnya penggunaan energi baru terbarukan (EBT) tersebut di masyarakat, sebagian pihak pun mulai meramalkan bahwa tren ini bakal menjadi 'senjakala' industri pertambangan, berikut juga seluruh bagian dari okesistem yang melingkupinya.
"Nah ini pendapat yang Saya pikir perlu diluruskan, karena faktanya, hingga saat ini industri pertambangan harus diakui masih jadi tulang punggung ketahanan energi dan perekonomian nasional," ujar Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Klaim sebagai tulang punggung tersebut, misalnya saja, bisa didasarkan data dan dokumen Rancana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025 hingga 2034, di mana permintaan listrik nasional diperkirakan tetap akan tumbuh sekitar 5,3 persen setiap tahunnya.
Tren pertumbuhan permintaan listrik yang stabil dan menjanjikan tersebut tentu berimbas pada pertumbuhan konsumsi batu bara, dalam posisinya sebagai pilar utama produksi listrik Tanah Air.