Akibatnya, skala aktivitas pertambangan menjadi jauh lebih masif dan memiliki tingkat kompleksitas teknis yang semakin tinggi.
"Peningkatan kualitas kompleksitas teknis operasional pertambangan modern ini pada akhirnya membuat pemilik tambang tidak dapat menangani semua persoalan secara langsung, sehingga dibutuhkan peran kontraktor jasa pertambangan," ujar Gahari.
Gahari menjelaskan, peran kontraktor jasa pertambangan di tengah ekosistem tambang saat ini terus berkembang dan semakin vital, karena berfungsi sebagai enabler utama yang menjamin terciptanya efisiensi dan produktivitas.
Dalam hal ini, kesuksesan proyek tambang sangat bergantung pada konsistensi dan kualitas eksekusi operasional di lapangan.
"Di industri pertambangan, yang paling menentukan bukan hanya resource, tapi konsistensi eksekusi di lapangan. Karena itu, peran kontraktor jadi semakin penting dalam menjaga produktivitas dan efisiensi operasional," ujar Gahari.
Dengan pemahaman kondisi industri yang demikian, Gahari pun mengaku yakin terhadap prospek industri pertambangan ke depan, dengan tingkat kebutuhan terhadap pasokan energi konvensional yang tetap terjaga, di tengah percepatan program hilirisasi nasional, dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sekitar delapan persen.