sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

Economics editor Rohman Wibowo
14/06/2026 05:07 WIB
Dia merujuk data bahwa subsidi dan kompensasi energi hingga April 2026 saja sebenarnya telah menyentuh angka Rp153,1 triliun.
Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal
Kenaikan Harga Pertamax Berisiko Memicu Pembengkakan Fiskal

Achmad melakukan simulasi dampak fiskal dengan memperhitungkan beban implisit negara sebesar Rp3.000 hingga Rp5.000 per liter untuk setiap liter BBM bersubsidi yang disalurkan.

Jika migrasi konsumen mencapai level 20 persen, maka akan ada tambahan volume Pertalite sebesar 1,3 juta kiloliter yang setara dengan tambahan beban negara berkisar Rp3,8 triliun hingga Rp6,5 triliun per tahun.

Potensi pembengkakan anggaran akan semakin liar jika angka migrasi terus meningkat melampaui prediksi awal pemerintah. Kondisi ini diprediksi akan menjadi beban nyata bagi kas negara, terutama jika kelas menengah secara masif mulai mengubah pola konsumsi energinya demi efisiensi pribadi.

"Dalam skenario berat, ketika 60 persen pengguna berpindah, tambahan beban dapat menembus Rp11,5 triliun sampai Rp19,5 triliun per tahun," katanya.

Kenaikan harga yang dimulai pada pertengahan Juni ini membuat tekanan fiskal hingga akhir 2026 diperkirakan mencapai separuh dari estimasi tahunan tersebut.

Achmad menegaskan solusi jangka pendek bukan sekadar menurunkan kembali harga secara reaktif, melainkan memperkuat ketepatan sasaran Pertalite melalui penguatan data kendaraan dan transaksi agar subsidi tidak justru dinikmati oleh kelompok mampu.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement