sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ketegangan Indonesia-Singapura Berkepanjangan Berisiko Tekan Ekonomi Kedua Negara

Economics editor Shifa Nurhaliza Putri
02/11/2026 10:25 WIB
Kebijakan tersebut muncul di tengah polemik kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketegangan Indonesia-Singapura Berkepanjangan Berisiko Tekan Ekonomi Kedua Negara. (Foto: ILustrasi)
Ketegangan Indonesia-Singapura Berkepanjangan Berisiko Tekan Ekonomi Kedua Negara. (Foto: ILustrasi)

Untuk produk minyak olahan dengan kode HS 2710, nilai impor Indonesia dari Singapura mencapai USD47,23 miliar atau 47,99 persen dari total impor pada kategori tersebut. Sementara itu, untuk kokas minyak bumi dan residu sejenis dengan kode HS 2713, Singapura memasok 62,20 persen dari total impor Indonesia.

Di sisi lain, Singapura juga bergantung pada pasokan energi dari Indonesia. Impor gas, minyak bumi, dan hidrokarbon berbentuk gas lainnya dengan kode HS 2711, termasuk LPG, mencapai USD11,5 miliar atau 36,94 persen dari total impor Singapura pada kategori tersebut.

Selain energi, perdagangan kedua negara juga mencakup berbagai komoditas nonmigas. Impor Singapura pada kategori mesin dan peralatan listrik dengan kode HS 8543 tercatat sebesar USD5,91 miliar, disusul telepon senilai USD3,97 miliar dan emas sebesar USD3,96 miliar.

Dari sisi investasi, Singapura menjadi sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar di Indonesia. Realisasi investasi dari Singapura sepanjang 2021-2025 mencapai Rp1.134,6 triliun atau 31,06 persen dari total PMA. Angka tersebut berada di atas Hong Kong sebesar 14,68 persen, China 14,12 persen, dan Malaysia 7,20 persen.

Meski demikian, Herry mengingatkan bahwa posisi Singapura sebagai pusat keuangan regional perlu menjadi pertimbangan dalam membaca data investasi. Negara asal yang tercatat dalam realisasi PMA belum tentu mencerminkan negara asal pemilik akhir modal. Berdasarkan kajian tersebut, investasi dari Singapura paling banyak mengalir ke industri logam dasar dan barang logam, dengan nilai Rp286,1 triliun atau 25,22 persen.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement