sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hubungan RI-Singapura Memanas, Berisiko Ancam Ketahanan Energi Nasional

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
01/11/2026 22:00 WIB
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura.
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura. (Foto:
Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura. (Foto:

IDXChannel - Ketahanan energi khususnya pemenuhan BBM dalam negeri, menjadi tantangan bagi Indonesia di tengah meningkatkan tensi hubungan Indonesia dengan Singapura. Terlebih jika ketegangan tersebut berdampak hingga perubahan kebijakan perdagangan Singapura.

CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan ketegangan Indonesia-Singapura yang saat ini merembet ke sektor energi bisa memberikan sejumlah dampak terhadap pemenuhan kebutuhan energi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap impor BBM dari Singapura yang mencapai sekitar 54–59 persen dari total impor nasional. Ketergantungan terhadap satu negara pemasok dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko terhadap keamanan pasokan energi, terutama apabila hubungan kedua negara mengalami eskalasi.

Fabby mengatakan, selama ini Singapura menjadi salah satu sumber utama impor BBM Indonesia karena faktor kedekatan geografis dan ketersediaan produk dari kilang minyak di negara tersebut.

"Singapura punya kilang, Indonesia membeli sesuai kebutuhan. Kenapa Singapura? Karena paling dekat dari Indonesia. Saya kira itu alasannya. Tetapi kalau dilihat, ketergantungan yang besar dari impor BBM Singapura sendiri juga tidak baik buat ketahanan energi kita," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Minggu (1/11/2026).

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement