Singapura juga telah memiliki diversifikasi sumber pasokan gas dan membuka opsi untuk membeli gas dari negara lain. Dengan demikian, dampak pengurangan pasokan gas Indonesia terhadap ketahanan energi Singapura dinilai tidak terlalu signifikan dalam jangka pendek.
"Singapura juga sudah menyiapkan cadangan yang cukup dan membuka opsi membeli gas dari tempat lain. Jadi kalau menurut saya, dari sisi Singapura tidak terlalu berdampak," katanya.
Meningkatnya tensi hubungan Indonesia dan Singapura dimulai sejak dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet ke negara tetangga, Singapura. Tidak lama berselang muncul pengumuman MSCI yang menyampaikan konsultasi penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market ke standalone market.
Mantan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dalam unggahan akun Instagram pribadinya menuding bahwa pengumuman MSCI itu dipengaruhi oleh kepentingan dua sovereign wealth fund (SWF) Singapura, yaitu Temasek Holdings dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), yang sekaligus sebagai shareholder MSCI.
"Kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia. Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Khoo (Country Director GIC) yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan," ujar Luthfi mengutip akun instagram pribadinya, (19/10).