AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Kinerja BUMN Maju Mundur, Erick Thohir Sebut Hampir 90 Persen Terdampak Pandemi Covid-19

ECONOMICS
Firda Dwi Muliawati
Rabu, 15 September 2021 16:28 WIB
BUMN yang berperan sebagai penggerak laju ekonomi di tanah air, tidak luput dari dampak terjangan pandemi Covid-19.
Kinerja BUMN Maju Mundur, Erick Thohir Sebut Hampir 90 Persen Terdampak Pandemi Covid-19

IDXChannel – Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang berperan sebagai penggerak laju ekonomi di tanah air, tidak luput dari dampak terjangan pandemi Covid-19. Dimana hal ini menyebabkan beberapa perusahaan oleh BUMN alami kerugian yang cukup signifikan.

Di lain sisi, terdapat pula perusahaan yang diuntungkan pada keadaan pandemi Covid-19 sehingga mencatatkan kinerja positif. Sebagaimana, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini, tentu memberikan dampak pada banyak sektor, termasuk ekonomi. Peranan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentu menjadi penting, mengingat posisinya yang vital dalam laju perekonomian nasional.

Menanggapi hal ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan dalam program program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (14/9/2021), bahwa BUMN sedang menyisir sekitar 26-28 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menentukan mana saja perusahaan yang dapat terus berkembang kedepannya pasca pandemi Covid-19.

“Karena itu, kita coba perbaiki di masing-masing perusahaan BUMN tersebut. Kalau kita lihat secara menyeluruh, memang pada saat ini sama lah, 90% BUMN itu terdampak, tetapi banyak juga yang sehat,” ujar Erick Thohir pada wawancaranya di program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (14/9/2021).

Dengan begitu, BUMN terus memastikan bagaimana sistem kontrol supply chain klasterisasi ini terjadi. Dimana, 41 perusahaan BUMN yang bila dilihat tentu hanya 20% yang memberikan deviden dari perusahaan itu saja.

“Jadi buat apa kita punya banyak-banyak, lebih baik punya sedikit, tapi untuk kontribusinya lebih besar,” pungkas Erick menyambung perusahaan yang terus memberikan deviden, Rabu (15/9/2021).

Hal ini menjadi harapan bagi BUMN, dalam situasi pasca Covid-19 ini, perbaikan harus terus dilakukan. Dimana diketahui, beberapa perusahaan BUMN alami kinerja cemerlang sepanjang Semester I-2021, seperti PT Bank BNI Persero Tbk raih laba bersih hingga Rp5 triliun. Kemudian, terdapat PT Bank Mandiri Persero Tbk raih laba bersih sebesar Rp12,5 triliun.

Diikuti dengan PT Bank BRI Persero Tbk raih laba bersih capai Rp12,54 triliun. Selain itu tidak tertinggal, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk raih laba bersih senilai Rp920 miliar. (FIRDA/NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD