AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Polisi Bongkar Sindikat Skimming Bank BUMN, Kerugian Capai Rp17 Miliar

BANKING
Erfan Maruf
Rabu, 15 September 2021 16:17 WIB
Polisi menangkap tiga orang sindikat skimming ATM nasabah Bank BUMN hingga mencapai Rp17 miliar.
Polisi menangkap tiga orang sindikat skimming ATM nasabah Bank BUMN hingga mencapai Rp17 miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Polisi menangkap tiga orang sindikat skimming ATM nasabah Bank BUMN hingga mencapai Rp17 miliar dengan tersangka dua orang WNA. Para tersangka menguras saldo nasabah dengan menggunakan deep skimming. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, tiga orang tersangka tersebut adalah FK WNA Rusia, NG WNA Belanda dan RW WN Indonesia. 

Penangkapan berawal adanya laporan dari beberapa nasabah salah satu Bank BUMN yang melapor ke Polda Metro Jaya pada bulan September 2021. Pelapor menyebut uangnya habis padahal tidak melakukan transaksi. Setelah dilakukan pengecekan melalui CCTV pada mesin ATM ada orang asing yang melakukan transaksi. 

"Tim lakukan pendalaman penyelidikan berhasil kami amankan ada dua orang awalnya satu WNA Rusia inisial FK, satu WNA Belanda inisial NG dan RK warga Indonesia. Jadi tiga orang diamankan modusnya adalah yang bersangkutan menggunakan blank card," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (15/9/2021). 

Lebih lanjut dia mengatakan, tiga orang tersebut berada di posisi sindikat terakhirnya yang bertugas mereka ambil uang di ATM kemudian mentransfer dengan dipotong jatah berdasarkan perintah atasan sindikat yang saat ini masih  DPO. 

"Modusnya mereka menggunakan blank card yang sudah disi data nasabah yang dia dapat dari link di atasnya melalui Tokyo1880, ini yang DPO. Tapi kami sudah ketahui," kata Yusri. 

Lebih menjelaskan cara kerja sindikat tersebut. DPO yang sekarang masih dalam pengejaran mencuri data nasabah bank menggunakan skimming dengan menggunakan alat deep slimming.

"Ada alat yang dia pasang di ATM tersebut untuk mencuri data jadi setiap nasabah ambil ATM dengan kartunya kemudian dengan alat tersebut data-data nasabah bisa dicuri," jelasnya. 

Setelah melakukan duplikasi data, DPO memasukan data dan melakukan transfer masuk ke blank card atau kartu kosong. Kemudian kartu kosong ini diserahkan ke pihak ketiga. 

"Dari kartu ini sudah terisi, kemudian diperintahkan dari mereka ini untuk menarik dan mentransfer kepada rekening penampung yang sudah ditunjuk," pungkasnya. 

Para tersangka dikenakan Pasal 30 ayat 2 UU ITE, Pasal 6 ancaman 7 tahun penjara pasal 32 juncto pasal 48 ancaman 4 tahun penjara dan pasal 36 dan pasal 38 juncto pasal 51 lapis ada beberapa pasal UU ITE dan Pasal 363 KUHP dan 236 KUHP. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD