IDXChannel - Sektor perbankan Indonesia dinilai memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat, didorong peningkatan profitabilitas, pertumbuhan kredit yang solid, serta biaya kredit yang lebih rendah.
Dalam riset yang terbit pada 9 Maret 2026, RHB Sekuritas mencatat laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) bank-bank yang berada dalam cakupannya tumbuh sekitar 9 persen secara tahunan pada Januari 2026.
Sementara itu, laba bersih melonjak 23,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berbalik dari kontraksi yang terjadi pada awal 2025.
RHB Sekuritas menyebutkan perbaikan kinerja ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang tetap kuat serta margin bunga bersih (NIM) yang lebih baik.
Secara sektoral, kredit perbankan tumbuh 11,1 persen secara tahunan, sedangkan NIM meningkat menjadi sekitar 5,1 persen seiring penyesuaian suku bunga pinjaman dan pengelolaan biaya dana yang lebih hati-hati.