IDXChannel - Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) masih menghadapi tekanan akibat proses normalisasi persediaan di tingkat distributor serta meningkatnya biaya kemasan.
Kondisi tersebut mendorong CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) menurunkan rekomendasi saham SIDO dari Add menjadi Hold.
Sebagai catatan, dalam terminologi rekomendasi CGSI, Add berarti saham diperkirakan memberikan total imbal hasil (total return) lebih dari 10 persen dalam 12 bulan ke depan.
Sementara Hold menunjukkan saham diperkirakan menghasilkan total return antara 0 persen hingga positif 10 persen dalam periode yang sama.
Dalam riset yang diterbitkan analis CGSI Baruna Arkasatyo dan Edward Halim pada 10 Juni 2026, SIDO membukukan laba bersih sebesar Rp147 miliar pada kuartal I 2026, turun 37 persen secara tahunan (year on year/yoy).