CGSI juga menurunkan proyeksi penjualan SIDO untuk periode 2026-2028 sebesar 5-6 persen, seiring dengan pelemahan konsumsi dan proses normalisasi stok.
Estimasi margin kotor (gross profit margin/GPM) dan margin operasional juga dipangkas masing-masing sebesar 2-5 poin persentase dan 6-11 poin persentase akibat tekanan inflasi, biaya kemasan, serta ongkos distribusi.
Namun, tekanan biaya tersebut sebagian tertahan oleh kontrak harga tetap untuk sejumlah bahan baku utama seperti taurin, asam sitrat, dan aspartam hingga Desember 2026.
Dengan revisi tersebut, CGSI memperkirakan laba per saham (earnings per share/EPS) SIDO pada 2026 akan turun 12 persen yoy, atau 13 persen di bawah konsensus Bloomberg.
EPS diproyeksikan belum banyak mengalami pertumbuhan hingga 2028, dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar minus 0,4 persen untuk periode 2025-2028.