AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Klub Liga 1 Punya Kesempatan Dapat Dana Tambahan dari Pasar Modal

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 18 Agustus 2021 19:55 WIB
Liga 1 2021-2022 rencananya akan bergulir pada 27 Agustus 2021. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan izin digelarnya kompetisi.
Klub Liga 1 Punya Kesempatan Dapat Dana Tambahan dari Pasar Modal (Ilustrasi)
Klub Liga 1 Punya Kesempatan Dapat Dana Tambahan dari Pasar Modal (Ilustrasi)

IDXChannel - Liga 1 2021-2022 rencananya akan bergulir pada 27 Agustus 2021. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mengeluarkan izin digelarnya kompetisi. Izin tersebut mengacu terhadap regulasi keramaian nomor 1609 tanggal 25 Mei 2021 yang diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Artinya, penyelenggaraan pertandingan diperbolehkan, tetapi dilakukan tanpa penonton, sejalan dengan situasi pandemi Covid-19.

Sebagai salah satu cabang olahraga yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia, 'Sepak Bola' tidak sekadar aktivitas mempertemukan dua tim untuk saling bertanding dan menghasilkan pemenang, melainkan juga tempat ladang bisnis yang menjanjikan dari perusahaan klub di luar lapangan.

Meskipun tidak semua klub di Indonesia terlisensi badan hukum perusahaan, nasib sejumlah korporasi klub sepakbola Tanah Air menjadi terkatung-katung menyusul situasi pandemi Covid-19 yang menunda jalannya liga.

Seperti misalnya, pemilik Rans Cilegon FC Raffi Ahmad yang sempat berkomentar sulitnya mengurus klub lantaran terus menalangi ongkos dengan uang pribadi. Dirinya mengaku telah mendapat sponsor tetapi tak kunjung turun menunggu bergulirnya liga.

Sebagai badan usaha, klub sepakbola sejatinya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan modal tambahan, yang salah satunya berasal dari pasar modal dengan melakukan aksi korporasi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengingat masih ada satu emiten klub sepak bola di Indonesia yang terdaftar di BEI yaitu PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA), kesempatan IPO bagi banyak perusahaan klub masih terbuka luas.

Berbicara menarik atau tidaknya emiten klub sepakbola, Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memiliki argumentasi bahwa saat perusahaan klub bola telah menjadi perusahaan publik, maka akan sama perlakuannya di mata investor.

"Meskipun hanya emiten yang bergerak di bidang olahraga khususnya klub sepakbola, kalau dia sudah jadi emiten maka perlakuannya sama seperti perusahaan terbuka lainnya. Yang kita liat ya manajemen, sumber daya, dan pertumbuhan kinerja yang akan menjadi pertimbangan kita apakah investasi atau tidak," kata Reza kepada MNC Portal, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, investor perlu melihat perusahaan terbuka apapun bidangnya dari segi fundamental dan kinerja perusahaan, tidak sekadar sentimen berita sesaat.

"Artinya pergerakan dari sahamnya itu murni karena kondisi fundamentalnya yang sebenarnya. Memang saham perlu sentimen untuk menggerakkan harga, tetapi kan juga investor ingin agar sentimen itu lebih sustain / stabil dibandingkan sentimen sesaat," imbuhnya.

Izin Liga 1 Jadi Sentimen IPO?

Baru-baru ini publik melihat rencana PT Satu Global Investama yang akan melantai di BEI dengan menyiapkan satu emiten klub bola di Liga 1. Kendati belum diketahui nama klub tersebut, manajemen perusahaan mengatakan akan menjadi perusahaan kedua yang terdaftar setelah PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).

Bicara tentang rencana, pada Maret 2021, putra bungsu Presiden Jokowi yaitu Kaesang Pangarep sempat berncana membawa Persis Solo melantai di bursa.

Terbitnya izin Liga 1 dinilai dapat menaikkan sentimen sejumlah perusahaan klub sepakbola untuk melakukan IPO.

Ditambah dengan melihat volatilitas emiten BOLA, peluang ini dimungkinkan ada di depan mata.

"Memang Liga 1 bagian dari sentimen. Melihat dari pergerakan emiten BOLA akan menjadi catatan (bagi perusahaan lain): 'mereka bisa IPO masa gue engga', nah itu kan jadi memicu perusahaan klub bola lainnya agar bisa IPO," terang Reza. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD