AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Kolaborasi Investor Besar-UMKM Capai Rp1,5 Triliun

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Jum'at, 05 Maret 2021 13:23 WIB
pemerintah terus berkomitmen mendorong peran pelaku UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
Kolaborasi Investor Besar-UMKM Capai Rp1,5 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen mendorong peran pelaku UMKM dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya dengan memberikan sejumlah insentif dan stimulus ekonomi.

“Pemerintah akan kembali berikan insentif dan stimulus agar UMKM kita tidak hanya mampu menyelamatkan diri tapi juga sekaligus mendongkrak ekonomi nasional kita. Termasuk penciptaan lapangan kerja,”katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (5/3/2021).

Dia mengatakan dalam rangka pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah, pemerintah juga mendorong kolaborasi investor besar dengan pengusaha muda di Indonesia. Hal ini bertujuan agar perusahaan daerah memanfaatkan secara langsung manfaat investasi.

“Saya telah menerima laporan setiap hari setiap minggu disampaikan Kepala BKPM, Pada tahap pertama ini dan kolaborasi investor besar dengan pelaku UMKM telah tereksekusi Rp 1,5 T. Ini sebuah angka yang lumayan besar,” tuturnya.

Dia berharap agar kolaborasi itu terus meningkat di masa mendatang. Dia juga telah memerintahkan jajarannya untuk mengawal kebijakan ini.

“Saya selalu titip kepada Kepala BKPM agar bisa menyambungkan, mempartnerkan antara investasi, investor, baik investor asing maupun investor besar dalam negeri  untuk bisa berpartner dengan pengusaha-pengusaha HIPMI, pengusaha daerah,” paparnya.

“Ini sudah saya perintah. Jadi kalau nanti tidak terlaksana bapak/ibu/saudara-saudara  sekalian kejarnya ke Pak Bahlil, jangan ke saya lagi. Saya tanya, oh ini ada investor masuk ke Provinsi ini kerjasamanya dengan siapa. Saya hanya tanya itu , sudah pak dengan ini, ya oke,” lanjutnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD